Sumber : unsplash.com


Biasanya manusia dianggap fana (sementara) dan waktu itu abadi. Di sini, waktu dianggap fana karena ia terus berlalu, habis, dan menghilang. Sebaliknya, "kita" (yang bisa dimaknai sebagai cinta, kenangan, jiwa, atau esensi kemanusiaan) dianggap abadi karena jejak dan maknanya akan terus hidup melampaui batasan waktu fisik.


Ini adalah metafora perjalanan hidup manusia. Kita terus mengumpulkan momen demi momen dan berusaha menjadikannya sesuatu yang indah, berharga, dan bermakna.


Karena terlalu sibuk "merangkai bunga" (menjalani hidup, mengejar impian, atau mengumpulkan kenangan), pada akhirnya manusia sering kali kehilangan arah, terjebak rutinitas, dan lupa apa tujuan awal atau makna sejati dari semua yang telah ia kumpulkan tersebut.